(Reblogged from weloveshortvideos)

artemia:

note-a-bear:

aminaabramovic:

everyone needs to watch this video before they log off tonight

well, now I know what I’m doing every time a car alarm goes off

this looks like so much fun

(Source: merakiandmelaninblooms)

(Reblogged from weloveshortvideos)
Kok aku senang? Kenapa tidak kamu kacakan wajahmu, taplak meja?

weloveshortvideos:

My 1 Year Old Beatboxing Niece

Vine by iLLyNoiiZe

(Reblogged from toocooltobehipster)

guy:

when ur trying to get to know someone but someone keeps interrupting ur convo

image

(Source: guy)

(Reblogged from sindielissexy)
Bagaimana? Apa kamu sudah tenang? Sekarang beliau sudah tenang. Tenang kan?
Kamu membuat aku tidak percaya dengan orang baik. Kurang baik apa lagi kamu?

(Source: glennoconnell)

(Reblogged from fuckyeahloldemort)
Pada akhirnya kita semua hanya kulit kacang.

September (bagian 2)

Ivonne Mary / Ratu Mariah

10.11.34 - 09.09.14

She probably wasn’t the best grandma but she surely was the kind of grandma that we needed and will be missed…

Beliau ibu dan nenek yang berwatak keras dibalik kelembutannya. Keras bukan tanpa alasan. Beliau sendiri tumbuh dikeluarga yang membesarkannya dengan keras. Tidak mengherankan dari mana datangnya semua cara mendidik beliau yang keras.

Ibuku bercerita, sewaktu ibuku kecil, beliau pernah menancapkan garpu ke kepala ibuku, aku bahkan tertawa mendengarnya, tapi itulah kenyataannya. Ibuku pernah dijambak rambutnya kemudian diseret dari depan rumah sampai belakang rumah yang jaraknya cukup jauh.

Itu semua bukan tanpa alasan. Ibuku memang anak yang bandel dahulu, seperti kebanyakan anak kecil, beliau hanya ingin anaknya disiplin.

Beliau adalah ibu yang luar biasa, yang rela melakukan apapun demi kesuksesan anaknya. Beliau berkemauan tinggi. Beliau hanya ingin anaknya dapat beliau banggakan.

Beliau adalah nenek yang menyayangi cucunya. Bahkan aku pun sampai berpikir ada salah satu cucu favoritnya, tentu bukan aku, tapi itu tidak benar.

Bahkan sampai beliau sakit pun, beliau masih menanyakan keadaan kuliahku, “Gimana Haykal udah selesai kuliahnya?”

Penyesalanku, aku tidak dapat membuatnya bangga terhadapku. Setidaknya tidak sekarang. Mungkin berbulan atau bertahun kemudian, mungkin aku tidak akan bisa melihat senyumnya, tapi setidaknya aku punya alasan untuk berkeyakinan bahwa nenekku senyum kepadaku.

Saat beliau masih hidup, beliau suka duduk di sofa kesukaannya di ruang tv saat kita sedang berkumpul, beliau memiliki dua sofa yang tak satupun boleh duduki. Entah karena alsan apa. Jadi, saat beliau masuk ke kamarnya kita bercanda dan bergurau menduduki sofa tersebut sampai beliau keluar dari kamarnya dan saat beliau keluar dari kamarnya, kami pindah agar tidak diomeli. Lucu memang bila diingat. Tapi kelucuan tersebut hanya kenangan manis sekarang.

One thing that relieves me, the last time I saw her, she smiled and she smiled beautifully. It was so beautiful that I think I haven’t seen her smile so beautifully before…

Nini, begitu aku memanggilnya. Kami sekeluarga akan merindukanmu. Tawa lepasmu bahkan sampai teriakanmu ketika memanggil orang. Semuanya akan kami rindukan. Kami berharap Nini berada ditempat yang lebih bahagia, tenang dan nyaman. Nini bisa berkumpul kembali dengan Aki, Uama dan Ua Chandra. Nini pasti bahagia bukan main. Semoga bila kita bertemu ya Ni, Nini bisa sebahagia seperti yang aku bayangkan.

September telah merengut dua orang yang dekat denganku, setidaknya ada satu yang pantas aku kangeni. Nini.

Selamat jalan Nini, semoga perjalananmu menyenangkan dan sampai ke tujuan yang Nini dan kami sekeluarga harapkan.